Kenaikan Harga Premium ke Rp7.000 per Liter Tunggu Kesiapan Pertamina

Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harga Premium baru dilakukan menunggu kesiapan Pertamina.
Hadijah Alaydrus | 10 Oktober 2018 17:37 WIB
Kendaraan antre untuk mengisi BBM di tempat peristirahatan KM 207 jalan tol Palimanan-Kanci, Jawa Barat, Jumat (23/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, NUSA DUA - Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harga Premium baru dilakukan menunggu kesiapan Pertamina.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan bahwa penyesuaian harga Premium tidak akan dilakukan bila Pertamina tidak siap dalam implementasi di lapangan.

"Jadi usulan penyesuaian harga Premium belum tentu dilakukan dalam waktu dekat," ungkap Jonan dalam pesan singkat kepada Bisnis, Rabu (10/10).

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Premium di Jawa dan Bali sebesar 7% dari Rp6.450 menjadi Rp7.000 per liter. Kenaikan harga itu berlaku mulai hari ini, Rabu (10/10/2018) pukul 18.00 WIB.

 Adapun, harga Premium di luar Jawa, Bali dan Madura disesuaikan menjadi Rp6.900 per liter.

Staf Khusus Menteri ESDM Hadi M Djuraid menambahkan sesuai arahan Presiden rencana kenaikan harga premium ditunda dan dibahas ulang.

"Agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," papar Hadi, Rabu (10/10).

Sebelumnya, di sela-sela rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali, Menteri ESDM mengumumkan pemerintah memutuskan menyesuaikan harga premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pkl 18.00 hari ini, Rabu (10/10).

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang meningkat hampir 25%.

Tag : Harga BBM
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top