Cerita Heroik Pilot Abdul Rozaq, Garuda Sampaikan Apresiasi Tinggi

Garuda Indonesia, maskapai layanan penuh (full service airlines/FSA), mengapresiasi atas aksi salah satu pilotnya saat membantu evakuasi korban selamat dalam peristiwa gempa daan tsunami di Palu beberapa waktu lalu.
Rio Sandy Pradana | 10 Oktober 2018 11:45 WIB
Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Garuda Indonesia, maskapai layanan penuh (full service airlines/FSA), mengapresiasi atas aksi salah satu pilotnya saat membantu evakuasi korban selamat dalam peristiwa gempa daan tsunami di Palu beberapa waktu lalu.

Capt. Abdul Rozaq, pilot senior Garuda Indonesia, menjadi salah satu korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018. Pilot dengan empat bar di pundaaknya itu juga ikut bersama-sama mengevakuasi korban gempa  di Palu.

"Aksi heroik yang dilakukan oleh Capt. Abdul Rozaq turut menjadi refleksi komitmen budaya kerja jajaran karyawan kami yang selalu mengedepankan prinsip responsiveness dan safety oriented," kata Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk. Ikhsan Rosan, Rabu (10/10/2018).

Dia menambahkan komitmen tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan di lingkungan kerja, tetapi hingga pada kehidupan sehari-hari yang bersinggunggan dengan kepentingan masyarakat umum.

Dalam twiiter-nya, pilot senior Garuda Capt. Abdul Rozaq, menceritakan momen saat dirinya dan beberapa orang lain saling membantu untuk melakukan evakuasi korban selamat di salah satu hotel Palu.

"Saat gempa terjadi, saya bersama lima orang, salah satunya perempuan, seorang ibu yang merupakan istri Bupati Soloako. Kami tidak biaa keluar dari pintu emergency, akhirnya memutuskan untuk menggunakan tali hidrant dan mengulur sampai bawah," kata Rozaq.

Saat itu, dirinya bersama beberapa orang ikut membantu evakuasi korban selamat dari lantai 5 dan 4 menuju balkon pada lantai 2. Kemudian, dia dibantu oleh pihak hotel untuk menyediakan tangga guna memudahkan proses evakuasi. Proses evakuasi selesai hingga pukul 22.00 waktu setempat karena sembari menunggu air tsunami yang menerjang area hotel surut.

Tag : garuda indonesia
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top