Rencana Penaikan Harga BBM, Ini Komentar Pengusaha Tekstil

Rencana kenaikan bahan bakar minyak oleh pemerintah akan berdampak pada pelemahan konsumsi di tengah masyarakat.
Anggara Pernando | 11 Oktober 2018 20:45 WIB
Pengendara melintas usai mengisi BBM di salah satu SPBU, di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana kenaikan bahan bakar minyak oleh pemerintah akan berdampak pada pelemahan konsumsi di tengah masyarakat.

Redma Gita Wirawasta, Sekjen Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APsyFI), menuturkan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) biasanya lebih luas. Pasalnya para penjual juga menaikan beragam produk lainnya.

"Akibatnya melemahkan konsumsi akibat pelemahan daya beli," kata Redma, Kamis (11/10/2018).

Dia menuturkan, pada sektor tekstil hulu kenaikan bahan bakar hanya akan pengaruh pada pengangkutan. Itupun baru berpengaruh jika kenaikan pada bahan bakar solar.

"Dampaknya sekitar 5% dari biaya produksi," katanya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kinerja perdagangan sektor TPT dalam dekade terakhir terus mengalami penurunan karena ekspor hanya tumbuh 8,2%.

Di sisi lain, impor melonjak hingga 57,1%, sehingga surplus neraca perdagangannya turun drastis dari US$7 miliar pada 2005 menjadi US$3,78 miliar pada 2017.

Tag : Harga BBM
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top