Bangun Digitalisasi Bandara, Angkasa Pura II Gandeng Telkomsel

PT Angkasa Pura II (Persero) menggandeng PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) sebagai strategi pengembangan bisnis bersama untuk pengembangan bisnis digital bandara (airport digital business).
Rio Sandy Pradana | 11 Oktober 2018 14:54 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meninjau pembangunan landasan pacu atau Runway 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/6/2018). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, NUSA DUA--PT Angkasa Pura II (Persero) menggandeng PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) sebagai strategi pengembangan bisnis bersama untuk pengembangan bisnis digital bandara (airport digital business).

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan terdapat lima fokus pengembangan airport digital business, yakni airport big data, airport e-payment, airport e-advertising, airport e-commerse, dan airport community.

"Kami melihat sinergi dengan Telkomsel akan punya daya sinergi besar karena masing-masing memiliki pengguna yang sangat banyak, serta mereka memiliki kemampuan digital yang mumpuni," katanya, Kamis (11/10/2018).

Dia menjelaskan Telkomsel memiliki pelanggan dengan jumlah yang mencapai 170 juta orang, sedangkan pengguna AP II yang dilihat berdasarkan pergerakan penumpang di 15 bandara telah mencapai 105 juta orang pada 2017 dan diprediksi hingga 116 juta pada akhir tahun ini.

Selain itu, kerja sama tersebut juga memungkinkan Telkomsel untuk memberikan kontribusi berupa pengembangan internet of things (IoT) pada komunitas bandara. Konsep ini berfungsi untuk menyambungkan seluruh aktivitas baik berupa data, pengendalian pergerakan, hingga barang melalui konektivitas internet secara berkesinambungan.

Dia menuturkan Telkomsel akan mengembangkan sistem yang sudah dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan pengelola bandara di wilayah Barat Indonesia tersebut. Sistem IoT bisa digunakan, salah satunya pada pengoperasian sisi layanan darat (ground service).

Dia menjelaskan IoT bisa digunakan untuk memonitor pergerakan ground service equipment (GSE), seperti kendaraan pengangkut kargo, penumpang, maupun bahan bakar. Selama ini, pergerakan tersebut dipantau menggunakan radar darat yang dimiliki oleh AirNav Indonesia.

Menurutnya, tampilan radar tersebut belum user friendly karena hanya bisa melihat objek bergerak tanpa tahu secara detil. Akan tetapi, melalui IoT data setiap objek bisa ditampilkan secara detil.
 
"Telkomsel diharapkan bisa melakukan kustomisasi untuk kami. Itu bisa mengkombinasikan data yang berada di ground seperti jumlah kargo dan penumpang," ujarnya.

Tag : angkasa pura ii
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top