Genting Hong Kong Diajak Perluas Rute Kapal Pesiar di Indonesia

BUMN pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), mengajak operator kapal pesiar internasional, Genting Hong Kong Limited, untuk mengembangkan rute kunjungannya ke Indonesia.
Sri Mas Sari | 11 Oktober 2018 15:37 WIB
Kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar. - Ilustrasi/Pelindo III Cabang Benoa
Bisnis.com, JAKARTA -- BUMN pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), mengajak operator kapal pesiar internasional, Genting Hong Kong Limited, untuk mengembangkan rute kunjungannya ke Indonesia.
 
Ajakan itu disampaikan dalam Indonesia-Singapore Leader's Retreat yang merupakan salah satu agenda IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Bali, Kamis (11/10/2018). 
 
Operator kapal pesiar yang banyak menggarap rute wisata Asia itu sejauh ini telah membawa kapal Genting Dream sandar rutin di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Celukan Bawang Bali. 
 
Pada masa mendatang, Genting Hong Kong akan melayani rute baru Singapura-Surabaya-Celukan Bawang, dan Benoa di Bali. Genting Dream sejauh ini adalah cruise terbesar yang pernah sandar di pelabuhan Indonesia.

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Doso Agung mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung target pemerintah mencapai 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini. 

"Salah satunya dengan proaktif berpromosi ke sejumlah operator cruise agar meningkatkan cruise call [intensitas kunjungan kapal] dan juga membuka rute baru ke pelabuhan-pelabuhan lainnya yang menjadi gerbang laut bagi berbagai destinasi wisata di sekitarnya," katanya dalam siaran pers, Kamis (11/10/2018) .

Dia menuturkan Pelindo III melakukan terobosan layanan agar operator mau memastikan kunjungan 6 bulan sebelum kedatangan kapal, yakni dengan memberikan prioritas sandar.  

Selain itu, perseroan siap menjamin kelancaran embarkasi dan debarkasi penumpang hingga pendampingan pengurusan perizinan ke pemerintah setempat dan instansi terkait.

Pelindo III akan memperbarui fasilitas sandar di terminal Pelabuhan Celukan Bawang untuk melayani cruise dengan panjang kapal (length overall/LOA) 342 meter, lebar 46,6 meter, dan kedalaman 9,2 meter.

Doso melanjutkan pembenahan itu agar Pelabuhan Celuka Bawang dapat bersaing dengan pelabuhan cruise lain di kancah industri pariwisata global. Pelindo III akan terus meningkatkan fasilitas pelabuhan agar dapat disandari cruise yang berkapasitas lebih dari 4.000 penumpang dan kru kapal. 

"Semakin besar cruise yang bisa sandar, maka semakin banyak turis asing yang datang, sehingga dapat mendorong peningkatan industri wisata di Bali Utara," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Pelindo III Faruq Hidayat memperkirakan tren ukuran cruise pada masa depan akan semakin besar untuk mengakomodasi pertumbuhan pasar wisata cruise di Asia yang kian pesat. Apalagi, muncul proyeksi yang menyebutkan rencana peluncuran global-class ships oleh galangan kapal di Jerman yang berkapasitas sekitar 5.000 penumpang pada 2019 hingga 2021.

"Indonesia tidak ketinggalan momentum. Pelindo III tengah membangun Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, NTB," tuturnya.

Tag : pariwisata
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top