18 Hari Pascagempa, Perbaikan Infrastruktur Ketenagalistrikan Hampir Rampung

Memasuki 18 hari usai gempa bumi dan tsunami, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan perbaikan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Palu, Donggala, dan sekitarnya sudah hampir rampung. Kondisi kelistrikan hampir 100% pulih.
Denis Riantiza Meilanova | 18 Oktober 2018 19:54 WIB
Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki 18 hari usai gempa bumi dan tsunami, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan perbaikan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Palu, Donggala, dan sekitarnya sudah hampir rampung. Kondisi kelistrikan hampir 100% pulih.

“Kalau infrastruktur listrik sudah hampir selesai. Sudah hampir kembali sama seperti sebelum terjadinya gempa bumi dan tsunami, kecuali untuk daerah-daerah yang bangunannya sudah ambruk. Itu harus menunggu bangunannya sudah selesai dulu," ujar Jonan, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (18/10/2018).

Menurut data yang dirilis PLN, sebanyak 7 gardu induk dan 2.049 gardu distribusi telah beroperasi seluruhnya, menyediakan 101 megawatt (MW) listrik untuk Palu. Daya yang tersedia di atas beban puncak sebesar 81,72 MW.

Sebanyak 45 penyuling (feeder) yang telah pulih sudah 100% mengalirkan listrik bagi pelanggan prioritas, yakni 15 perkantoran, 2 PDAM, 8 rumah sakit, 10 bank dan ATM, 11 SPBU, 18 BTS, 17 pusat ekonomi, dan 17 tempat ibadah.

Selain itu, 77 genset telah tiba di Palu, 68 genset di antaranya telah didistribusikan ke berbagai daerah di Palu, Donggala, dan Sigi. Sebanyak delapan alat berat dan alat bantu, seperti crane, mobil, dan sepeda motor, juga telah dikerahkan sebagai armada pendukung percepatan perbaikan jaringan.

Saat ini, 570 orang relawan PLN dari seluruh Indonesia terus menyusuri daerah terkena dampak bencana hingga ke pelosok. Jumlah relawan menyesuaikan dengan pekerjaan yang tersisa di sisi distribusi.

Sementara itu, terkait pembangunan kembali Kota Palu, Jonan telah menugaskan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk memberikan pendampingan dan rekomendasi wilayah mana saja yang dapat dijadikan hunian.

"Badan Geologi melakukan asistensi kepada Pemerintah Provinsi (Sulawesi Tengah), Pemerintah Kota (Palu), dan Pemerintah Kabupaten (Donggala dan Sigi), untuk memberikan rekomendasi wilayah-wilayah yang dapat dibangun menjadi hunian atau kegiatan lain, dan wilayah-wilayah yang kami sarankan tidak dibangun sama sekali. Sekarang sedang berunding, karena melibatkan kementerian dan lembaga lain," katanya.

Tag : Gempa Palu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top