Pesawat Lion Air Hilang, Menhub Sudah Berada di Bandara Soekarno Hatta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah berada di Crisis Center Lion Air JT 610 yang berada di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang.
Hendra Wibawa | 29 Oktober 2018 11:28 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah berada di Crisis Center Lion Air JT 610 yang berada di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang.

Ridho, Staf  Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, mengatakan Menhub langsung meluncur ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng setelah mendapatkan informasi hilangnya pesawat Lion Air JT 610. "Benar [Menhub Budi Karya Sumadi] sudah di bandara,"  katanya, Senin (29/10/2018)

Informasi yang diperoleh Bisnis, Menhub beserta pejabat Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia beserta manajemen Lion Air akan menggelar konferensi pers tentang hilangnya pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin.

Saat ini, Kementerian Perhubungan telah membentuk crisis center hilangnya pesawat Lion Air JT 610 di Terminal 1 B bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Soekarno mengatakan dua lokasi crisis center itu bertujuan memudahkan kelurga penumpang pesawat Lion Air mencari informasi tentang keluaganya.

Dia juga membenarkan telah terjadi hilang kontak pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi 05 48.934 S 107 07.384 E dan Radial 40.21 degree / 23.81 NM.

Pramintohadi memaparkan pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu anak dan dua bayi. Awak pesawat terdiri atas dua penerbang dan lima awak kabin. Pilot in command (PIC) adalah Capt Bhavve Suneja dan SIC Harvino.

Menurutnya, pesawat mempunyai Certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019.

"Telah diterima informasi dari vts Tanjung Priok atas nama bapak Suyadi, tug boat AS JAYA II [rute Kalimantan Selatan - Marunda] melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar Tanjung Karawang," katanya Pramintohadi.

Saat ini, tim gabungan tengah melakukan pencargian pesawat tersebut oleh tim dari Basarnas. Rescue Kantor SAR Jakarta dan RIB 03 Kansar Jakarta bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.

Tag : lion air, lion air jatuh
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top