Lembaga Sertifikasi Penangkapan Ikan Ini Akan Buka di Indonesia

Marine Stewardship Council (MSC), organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang sertifikasi penangkapan ikan laut (wild catch), berencana membuka cabang di Indonesia. Saat ini MSC masih dalam tahap pengajuan berkas kepada Kementerian Luar Negeri.
Pandu Gumilar | 29 Oktober 2018 14:22 WIB
Sejumlah delegasi dan tamu berfoto bersama jelang pembukaan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, NUSA DUA — Marine Stewardship Council (MSC), organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang sertifikasi penangkapan ikan laut (wild catch), berencana membuka cabang di Indonesia. Saat ini MSC masih dalam tahap pengajuan berkas kepada Kementerian Luar Negeri.

MSC berkomitmen untuk meningkatkan pasokan, perdagangan dan ketersediaan makanan laut yang bersertifikat, yang mudah dilacak, dan berkelanjutan untuk membuat perubahan sebagai bagian dari program international Leaders for a Living Ocean Alliance pada 2020.

Rupert Howes, CEO dari Marine Stewardship Council mengatakan dengan komitmen, kebijakan, dan ambisi berbagai organisasi mampu membangkitkan kembali perekonomian dengan mengubah pola produksi dan konsumsi, serta menggabungkan efek ekologis dari tindakan ke dalam tatanan bagaimana mereka menjalankan bisnis.

“Platform internasional seperti Our Ocean Conference (OOC) akan memberi inspirasi untuk mengambil tindakan afirmatif, menyatukan nilai dan komitmen bersama, dan mengingatkan kita tentang pentingnya upaya kolektif serta akuntabilitas individu dalam melindungi sumber daya alam kita untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dari PBB," katanya pada Senin (29/10/2018).

Dia mengungkapkan pemerintah negara bagian, industri perikanan, peritel, merek makanan laut, dan sektor jasa makanan di 15 negara di Eropa, Amerika Utara dan Asia-Pasifik telah sukarela mengambil langkah nyata dan aspiratif untuk menghadapi urgensi dan besarnya dilema lautan kita, ketergantungannya dengan manusia, dan pentingnya kolaborasi sebagai landasan pengambilan keputusan demi dampak yang lebih bermakna dan positif.

Selain itu, sudah 15 perusahaan dan organisasi dari seluruh dunia telah bergabung dengan MSC yang berkomitmen untuk meningkatkan pasokan, perdagangan, dan ketersediaan makanan laut yang bersertifikat, dapat dilacak, serta berkelanjutan.

Perusahaan dan organisasi itu melaporkan perkembangan yang telah mereka lakukan menuju tahun 2020. Para pemimpin yang melaporkan perkembangan mereka antara lain: Aeon Group (Jepang), Albert Heijn (Belanda dan Belgia), grup ALDI (Jerman), Carrefour (Prancis), Coles (Australia), grup Colruyt (Belgia), COOP (Jepang), Danish Fisheries Producers Organisasi (Denmark), FishTales (Belanda), Jumbo (Belanda), Parlevliet & Van der Plas (Benelux), PNA (Western Central Pacific Ocean), Sainsbury's (Inggris), Thai Union (Internasional), WADPIRD & WAFIC (Australia). Selain itu, komitmen baru juga diterima dari Woolworths (Australia), Lidl International (Jerman), Metro International (Jerman) dan Bolton Food (Italia). 

Sementara itu, sudah 300 lebih operasi penangkapan ikan dan 3.000 bisnis rantai pasokan, termasuk 80 retailer besar, yang berkomitmen untuk memproduksi dan menjual makanan laut tersertifiksi dengan standar MSC. 

Hingga saat ini, ada 420 perikanan terlibat dalam program MSC di 36 negara, memanen 14% tangkapan laut global. Global Impacts Report MSC menunjukkan bahwa 94% perikanan yang menjadi bagian dari program ini, telah melakukan setidaknya satu perbaikan untuk mencapai atau mempertahankan sertifikasi, dengan jumlah total lebih dari 1.200 perikanan dalam 16 tahun terakhir.

Tag : our ocean conference 2018
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top