Ini Alasan Kemenperin Ingin Pisahkan CPO dari Industri Mamin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai pemisahan produk crude palm oil (CPO) dari sektor makanan dan minuman (mamin) ditujukan agar industri sawit dapat dipelajari secara terpisah, mengingat kontribusinya yang besar.
Wibi Pangestu Pratama | 05 November 2018 22:22 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto secara simbolis menyerahkan kunci kepada Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis saat kickoff electrified vehicle comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 4 Juli 2018. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai pemisahan produk crude palm oil (CPO) dari sektor makanan dan minuman (mamin) ditujukan agar industri sawit dapat dipelajari secara terpisah, mengingat kontribusinya yang besar.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, menjelaskan Kemenperin akan memisahkan produk-produk sawit dan turunan sawit dari sektor mamin. Pada Senin (05/11/2018), dia menjelaskan pemisahan tersebut didasarkan besarnya kontribusi CPO dalam sektor mamin yang mencapai 70%.

Sigit menjelaskan pemisahan CPO dari mamin akan menghasilkan data yang lebih detil dan baik untuk analisis kedua sektor. Saat ini adanya impor bahan baku dan produk makanan menghasilkan neraca perdagangan sektor mamin secara menyeluruh. Jika produk sawit dan turunannya masih 'tercampur' dengan makanan, menurut Sigit, neraca perdagangan masing-masing sektor belum kelihatan jelas.

Sebelumnya pada Kamis (01/11/2018), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan Kemenperin telah memiliki kode pemisahan tersendiri terhadap CPO dan sektor mamin. Kepada Bisnis, Airlangga menjelaskan dari pemisahan tersebut produk sawit dan turunannya tetap tercatat jadi unggulan.

Sigit pun mengamini bahwa Kemenperin telah melakukan pemisahan CPO dari sektor mamin. Data internal Kemenperin tersebut tetap mengacu pada data BPS, namun dipisahkan untuk analisis yang lebih spesifik.

"Ya kami lakukan sendiri [pemisahan] berdasarkan data-data agregate yang berasal dari BPS, tetapi kan jadi terlambat antisipasinya. Kalau bisa bersama-sama keluar dari BPS [pemisahan data], kan lebih tepat analisa dan kebijakannya," ujar Sigit kepada Bisnis, Kamis (05/11/2018).

Pemisahan CPO dari sektor mamin menurut Sigit membuat pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih tepat. Data sektor mamin yang masih terdapat komoditas CPO dinilai membuat kebijakan tidak bisa diberikan secara spesifik.

Tag : cpo
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top