Sentimen Pemasok Picu Prospek Apple Meredup

Berita buruk terus mendatangi raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Apple Inc. menjelang musim liburan.
Renat Sofie Andriani | 15 November 2018 16:59 WIB
iPhone X muncul di layar video raksasa di Apple Visitor Center di Cupertino California Amerika serikat, 17 November 2017. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita buruk terus mendatangi raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Apple Inc. menjelang musim liburan.

AMS AG, produsen sensor cahaya untuk smartphone, setidaknya menjadi pemasok keempat bagi Apple pekan ini yang menurunkan perkiraan pendapatan untuk kuartal saat ini.

Rangkaian peringatan, ditambah dengan kinerja keuangan perakit utama iPhone Hon Hai Precision Industry Co. yang mengecewakan, menggarisbawahi kekhawatiran tentang lesunya permintaan untuk smartphone Apple.

Dilansir dari Bloomberg, saham AMS AG pun melorot 10% dalam premarket trading di Swiss pada hari ini, Kamis (15/11/2018). Sementara itu, saham Apple berakhir turun 2,82% pada perdagangan Rabu (14/11), koreksi pada perdagangan hari kelima berturut-turut.

Saham Apple bergerak menuju penurunan beruntun terpanjangnya dalam lebih dari enam bulan saat investor mencermati kembali prospek pertumbuhan perusahaan.

Dihadapkan dengan pasar smartphone yang semakin matang, Apple memiliki strategi menarik pelanggan agar membayar lebih banyak untuk ponsel dengan fitur-fitur baru seperti facial recognition, sementara penjualan layanan mulai dari video hingga musik tumbuh dengan cepat.

Kendati demikian, perusahaan masih mengandalkan iPhone untuk sebagian besar pendapatannya dan masih belum diketahui apakah line-up terbarunya benar-benar menjadi hit.

Akumulasi tanda-tanda peringatan telah mendorong revisi analisis dalam sepekan terakhir. Pada Rabu (14/11), Guggenheim mengatakan bahwa ketergantungan perusahaan baru-baru ini pada kenaikan rata-rata harga penjualan “tidak lagi cukup” untuk meningkatkan pertumbuhan pada saat penjualan unit menunjukkan tanda-tanda melambat.

Saham Japan Display Inc., salah satu dari empat perusahaan di atas yang mengurangi prospek penjualannya, berakhir melorot 9,47% pada perdagangan hari ini di Jepang, berdasarkan data Bloomberg.

“Kontribusi iPhone yang hampir 60% terhadap pendapatan dan laba tampak seperti tekanan lagi,” tulis Guggenheim risetnya pada Rabu, seperti dikutip Bloomberg.

Keputusan Apple untuk menghentikan mengungkapkan penjualan unit untuk gadget utamanya termasuk iPhone, iPad, dan Macbook telah memicu kekhawatiran seputar prospek pembuat komponen yang bergantung pada pertumbuhan volume.

Pada Rabu (14/11), AMS, dengan Apple sebagai pelanggan terbesarnya, mengatakan memangkas proyeksi untuk penjualan kuartal keempat.

AMS menimpakan ihwal pemangkasan proyeksi penjualan tersebut pada “perubahan permintaan terbaru dari pelanggan konsumen utama”. Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Qorvo Inc., Lumentum Holdings Inc., dan Japan Display pekan ini ketika mereka, secara tak terduga, mengurangi prospek mereka.

Tak satu pun dari perusahaan khusus merujuk pada Apple. Akan tetapi, produsen iPhone ini memang merupakan- pelanggan terbesar sekaligus penggerak pendapatan terbesar untuk keempat pemasok tersebut, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Qorvo memperoleh 36% pendapatannya dari Apple, Lumentum menghasilkan 30%, AMS mendapatkan lebih dari 20%, sedangkan Japan Display memperoleh 55%.

AMS memproduksi apa yang dikenal sebagai sensor cahaya ambient untuk sistem Face ID facial recognition pada iPhone Apple. Qorvo membuat chip nirkabel, Lumentum menghasilkan sensor laser 3D untuk Face ID, sedangkan Japan Display membuat layar ponsel pintar.

Peringatan tersebut datang di tengah statisnya pasar smartphone global akibat ketidakpastian ekonomi, dan kurangnya ponsel baru atau inovatif yang mematahkan antusiasme pembeli. Apple sendiri telah melaporkan penjualan iPhone yang mengecewakan dan memproyeksikan pendapatan kuartal liburan yang di bawah ekspektasi.

Tag : apple
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top