Kinerja Positif Kuartal III/2018, Antam Tetap Huni Indeks LQ45 BEI

Bisnis.com, JAKARTA – Prestasi yang dicapai selama 9 bulan pertama membuat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bertahan di indeks LQ 45 Bursa Efek Indonesia.
Setyardi Widodo | 16 November 2018 07:00 WIB
JIBI/Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Prestasi yang dicapai selama 9 bulan pertama membuat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bertahan di indeks LQ 45 Bursa Efek Indonesia.

“Perusahaan tetap menjadi bagian dari Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode perdagangan Agustus 2018 sampai dengan Januari 2019,” demikian disampaikan Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito, Kamis (15/11/2018).

Indeks LQ45 merupakan daftar 45 saham Perusahaan Tercatat di BEI yang memiliki tingkat likuiditas tertinggi dan kapitalisasi pasar besar di Bursa.

Saham Antam setiap harinya aktif diperdagangkan di BEI, jumlah pemilik saham Antam sampai akhir Oktober 2018 sebanyak 45.925 investor, meningkat 23% dibandingkan 37.269 investor pada akhir Oktober 2017.

Sampai dengan periode Oktober 2018 harga penutupan saham Antam mencapai Rp680 per saham, meningkat 10% dibandingkan harga penutupan pada bulan Oktober 2017 sebesar Rp645 per saham.

“Kinerja saham Antam sepanjang periode Januari - Oktober 2018 yang positif dapat dilihat dari rata-rata volume perdagangan saham harian yang mencapai 76,22 juta saham, tumbuh 84% dibandingkan rata-rata volume perdagangan saham harian yang mencapai 41,33 juta saham pada periode Januari-Oktober 2017.” Papar Dimas.

“Rata-rata nilai transaksi harian dari Januari-Oktober 2018 sebesar Rp64,82 miliar, tumbuh 109% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp31,02 miliar,” tambahnya.

Menurut Dimas Antam berkomitmen untuk meningkatkan capaian kinerja yang solid melalui pengembangan strategi proyek-proyek hilirisasi.

“Strategi itu diharapkan dapat meningkatkan struktur keuangan serta meningkatkan kinerja saham Antam,” lanjut Dimas

Sampai dengan kuartal III/2018 Antam mencapai kinerja operasi dan penjualan komoditas utama yang solid. Hal itu tercermin pada volume produksi feronikel yang mencapai 19.264 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Angka tersebut menunjukkan kenaikan 21% dibandingkan capaian produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 15.813 TNi.

Penjualan feronikel hingga kuartal III/2018 juga tercatat sebesar 19.149 TNi atau naik sebesar 49% dibandingkan tahun lalu sebesar 12.816 TNi.

“Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel itu sejalan dengan tercapaianya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel Antam di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 TNi per tahun,” ujar Dimas.

Sedangkan volume penjualan emas Antam tercatat sebesar 22.388 kg atau tumbuh 221% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 6.966 kg.

“Antam terus berupaya untuk meningkatkan penjualan emas dengan melakukan inovasi pada berbagai produk emas Logam Mulia. Untuk meningkatkan jangkauan distribusi penjualan emas Antam-LM di dalam negeri, “ papar Dimas.

Sementara itu volume produksi bijih nikel sampai dengan kuartal III/2018 tercatat sebesar 6,49 juta wet metric ton (wmt), atau naik 84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan volume penjualan bijih nikel tercatat sebesar 4,10 juta wmt, atau naik 99% dibandingkan dengan volume penjualan kuartal III tahun lalu sebesar 2,06 juta wmt.

Komoditas bauksit turut memberikan kontribusi positif dengan capaian produksi 788 ribu wmt, naik 73% dengan volume penjualan bauksit mencapai 693 ribu wmt atau naik sebesar 39%.

Tag : antam
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top