AP II Gandeng BPPT Tingkatkan Pelayanan Kebandarudaraan

PT Angkasa Pura II (Persero) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait rencana kerja sama pengkajian dan penerapan teknologi untuk menunjang layanan kebandarudaraan.
Annisa Sulistyo Rini | 17 November 2018 13:27 WIB
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12/2017). Bandara Soekarno-Hatta adalah salah satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Angkasa Pura II (Persero) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait rencana kerja sama pengkajian dan penerapan teknologi untuk menunjang layanan kebandarudaraan.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Plt. Kepala BPPT Wimpie Agoeng N.

Ini merupakan langkah awal bagi seluruh pihak untuk mendukung pengembangan serta menunjang pelayanan bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura (AP) II.

Awaluddin mengatakan kerja sama tersebut dapat saling menguntungkan dalam pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak, juga membangun kemitraan strategis sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku, serta mengikuti prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan memudahkan pelaksanaan kajian melalui pertukaran informasi data, juga hal lainnya yang berkaitan dengan pengkajian penerapan teknologi kebandaraudaraan di Angkasa Pura II," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/11/2018).

Berdasarkan hal tersebut, pelayanan jasa kebandarudaraan yang meliputi pelayanan jasa pesawat udara, penumpang dan barang (kargo/ pos), diharapkan dapat dikelola secara efisien dan efektif melalui pendekatan teknologi, sehingga akan meningkatkan pengusahaan jasa kebandarudaraan secara nyata.

Dalam melaksanakan kontribusi dan komitmen tersebut dibutuhkan kehadiran lembaga/badan berkompeten yang dapat memberikan konsultasi dan pendampingan dalam hal kegiatan penetapan teknologi layanan kebandarudaraan.

“Kerja sama ini dapat mendukung pengembangan konsep Smart Airport AP II yang ke depannya akan diimplementasikan pada bandara-bandara yang dikelola AP II seperti penggunaan renewable energy dengan pengimplementasian smart grid system yang sejalan dengan konsep smart environment, penggunaan Internet of Things (IoT) untuk konsep smart security, dan konsep smart mobility dengan menggunakan teknologi robotik untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggan AP II," pungkas Awaluddin.

 

Tag : bppt, angkasa pura ii
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top