Kurang Pasokan, Kemampuan Produksi Daur Ulang Kemasan Tetra Pak Baru 30%

Tetra Pak Indonesia, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman, mengatakan kemampuan produksi daur ulang sampah kemasan karton yang dimiliki perusahaan baru sebesar 30% dari total kapasitas seharusnya.
Ni Putu Eka Wiratmini | 19 November 2018 15:44 WIB
Ilustrasi Tetra Pak. - tetrapak.com

Bisnis.com, MANGUPURA — Tetra Pak Indonesia, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman, mengatakan kemampuan produksi daur ulang sampah kemasan karton yang dimiliki perusahaan baru sebesar 30% dari total kapasitas seharusnya.

Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto mengatakan saat ini ada dua pabrik daur ulang yang diajak bekerja sama untuk mengolah sampah kemasan karton. Pabrik tersebut berada di Tangerang dan Mojokerto.

Setidaknya, saat ini masing-masing pabrik mampu memproduksi 500 ton sampah kemasan karton menjadi produk bernilai tambah tiap bulannya.

Padahal, dengan mesin pembuat bubur kertas baru, pabrik setidaknya memiliki kapasitas produksi hingga 1.500 ton sampah kemasan karton dalam sebulan. Namun, minimnya pasokan sampah kemasan karton untuk diproduksi menjadi kendala.

“Agar peningkatan produksi bisa dilkukan, dibutuhkan mitra lebih banyak untuk memasok sampah kemasan tersebut,” terangnya, Senin (19/11/2018).

Adapun sampah kemasan karton yang diolah sebanyak 75% akan menjadi kertas daur ulang, 20% menjadi atap gelombang maupun partisi rumah, dan sisanya menjadi polimer untuk bahan furniture.

Pada 2017 misalnya, lebih dari 100.000 atap gelombang dan papan partisi rumah berhasil dibuat dari daur ulang kemasan karton. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 8.216 ton kemasan karton bekas minuman didaur ulang menjadi produk bermanfaat untuk program pembangunan Rumah Baca di sekolah-sekolah.

Reza melanjutkan produk hasil daur ulang sampah kemasan karton cukup banyak permintaan, salah satunya karena harganya lebih murah dari material yang umum digunakan. Bahkan, satu pabrik harus meminta pelanggan untuk menunggu hingga tiga bulan lamanya agar produk tersedia.

“Barang yang didaur ulang kan kebanyakan alumunium, nilainya jauh lebih tinggi dan ekonomis,” ungkapnya.

Tetra Pak Indonesia memiliki program empat faktor sukses daur ulang. Pertama, melalui program edukasi masyarakat. Kedua, dengan pembentukan komunitas mitra pengepul di Jawa-Bali.

Ketiga, peningkatan kapasitas pabrik daur ulang. Terakhir, pengolahan sampah kemasan karton yang lebih efektif dan tepat sasaran.   

Dengan kemampuan produksi saat ini, Tetra Pak Indonesia mampu memberikan kontribusi recycling rate secara nasional sebesar 20,4%. Artinya, setiap 5 kemasan karton yang tersebar di Indonesia, 1 di antaranya mampu didaur ulang menjadi barang yang lebih bermanfaat. 

Tag : daur ulang, tetra pak
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top