Indonesia Tunjukkan Komitmen Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Indonesia kembali menekankan komitmen dalam produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan melalui program Reguler Palm Oil Course 2018 yang berlangsung pada 19-26 November 2018.
Iim Fathimah Timorria | 19 November 2018 16:22 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia kembali menekankan komitmen dalam produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan melalui program Reguler Palm Oil Course 2018 yang berlangsung pada 19-26 November 2018.

Kegiatan yang digelar Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) ini akan diikuti 15 akademisi dari sejumlah negara yaitu Australia, Belanda, Ceko, Hungaria, Inggris, Italia, Perancis, Polandia, Rusia, Slovakia, dan Spanyol.

"Ini adalah upaya kami untuk memaparkan apa saja usaha kita termasuk komitmen dalam pelaksanaan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs)," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) A.M Fachir dalam pembukaan Reguler Palm Oil Course 2018 di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Komitmen juga disampaikan Direktur Utama BPDP-KS Dono Boestami. Dalam paparannya, dia menyebutkan Indonesia sedang mengimplementasikan moratorium berupa intensifikasi produksi minyak kelapa sawit dengan replanting, bukan perluasan lahan.

"Industri minyak kelapa sawit juga sangat penting bagi Indonesia karena menyerap lebih dari 20 juta lapangan kerja. Selain itu, sebagian besar tenaga yang terserap dari industri ini adalah petani-petani kecil," jelas Dono.

Selain itu, Kemenlu berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat melihat langsung kondisi industri kelapa sawit di Indonesia dan tak hanya menerima informasi dari perspektif satu arah. Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan diperkenalkan secara langsung dengan praktik industri kelapa sawit berkelanjutan di lapangan.

Hal tersebut, sambung Fachir, menunjukkan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar lingkungan.

"Saya ingin secara akademis juga terlihat bagaimana keberlangsungan industri kelapa sawit kita. Lebih efektif demikian dari pada kita yang mengklaim pengelolaan kita bagus," ucapnya.

Tag : kemenlu, kelapa sawit
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top