Akuisisi Tambang Martabe Rampung November 2018

Proses akuisisi Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources ditargetkan selesai pada akhir November 2018.
Anitana Widya Puspa | 21 November 2018 20:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Proses akuisisi Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources ditargetkan selesai pada akhir November 2018.

Sebelumnya, pemegang saham utama PT Agincourt Resources, adalah konsorsium yang dipimpin oleh EMR Capital, sebuah perusahaan dana ekuitas pertambangan swasta asal Australia dengan komposisi kepemilikan saham adalah EMR 61,4%, Farallon Capital 20,6%, Martua Sitorus 11% dan Robert Budi Hartono & Michael Bambang Hartono 7%.

Kini kepemilikan PT Agincourt Resources selaku Tambang Emas Martabe resmi digantikan oleh PT Danusa Tambang Nusantara, yang merupakan anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT United Tractors Tbk, salah satu anak perusahaan PT Astra Internasional, Tbk. Sementara itu kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara (Pemda) melalui PT Artha Nugraha Agung sebesar 5 % tidak mengalami perubahan.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy mengungkapkan 2017 merupakan tahun yang paling sukses untuk eksplorasi dan produksi di Tambang Emas Martabe. Cadangan emas meningkat menjadi 4,8 juta ons dan produksi emas meningkat hingga mencapai rekor baru sebesar 355.000 ons.

Sementara itu untuk program pada 2018, perusahaan akan berfokus pada peningkatan produksi dan produktivitas, konversi sumber daya tambahan menjadi cadangan, dan juga memulai studi prakelayakan awal untuk mineralisasi “sulfida”. Ketiga program tersebut berpotensi untuk meningkatkan cadangan dan umur tambang lebih lanjut.

“Kami gembira menyambut kehadiran para pemegang saham baru. Tambang Emas Martabe terus menjalankan kegiatan usaha seperti biasa dan tetap fokus memperhatikan para pemangku kepentingan eksternal kami, izin sosial dan beroperasi secara aman, efisien, dan berbiaya rendah,” katanya melalui keterangan resmi Rabu (21/11/2018).

Sementara itu Frans Kesuma, perwakilan pemegang saham baru PT Agincourt Resources. Mengatakan sebagai pemilik baru proyek Tambang Emas Martabe perusahaan akan leluasa mengembangkan masyarakat di sekitar tambang.

“Sejalan dengan kebijakan kami, tentunya kami sangat mendukung apa yang telah dikerjakan oleh manajemen sebelumnya.  Kami berkomitmen tetap melanjutkan kebijakan yang sudah ada bahkan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat sekitar tambang. Kami berniat mengembangkan proyek ini semakin baik, untuk itu kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat dan para pihak terkait,” kata Frans.

Sebagai informasi, Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km².

Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara. Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya per tanggal 31 Desember 2017 adalah 8,8 juta ounce emas dan 72 juta ounce perak.

Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe adalah lebih dari 5 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun. PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 2.700 karyawan dan kontraktor, sekitar 98% di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.

Segera setelah proses akuisisi tuntas, pemegang saham utama PT Agincourt Resources adalah PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT United Tractors Tbk dengan total saham 95%. Kepemilikan saham 5% dimiliki  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara.

Tag : pertambangan
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top