Kampanye Hitam Sawit: Buruh dan Pengusaha Sumsel Kirim Surat Terbuka ke Jokowi

Serikat buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Sumatra Selatan mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo terkait keresahan terhadap kampanye hitam dan penolakan sawit yang dinilai diskriminatif.
Dinda Wulandari | 22 November 2018 16:08 WIB
Hambatan ekspor CPO Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, PALEMBANG – Serikat buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Sumatra Selatan mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo terkait keresahan terhadap kampanye hitam dan penolakan sawit yang dinilai diskriminatif.

Ketua Apindo Sumsel Sumarjono Saragih mengatakan kampanye hitam secara nyata telah mengancam nasib 17,5 juta buruh sawit di Tanah Air.

“Harga turun, sawit ditolak di pasar global,tangki minyak sawit penuh dan melimpah. Aktivitas pekerjaan panen dan perawatan sudah dikurangi bahkan berhenti,” katanya, Kamis (22/11/2018).

Menurut Sumarjono, bila tidak ada solusi segera maka buruh terancam PHK  dan bisa meningkatkan kriminalitas dan kerawanan sosial di sentra-sentra sawit.

Dia menjelaskan, Sumsel sendiri merupakan provinsi penghasil sawit yang berkontribusi sekitar 10% terhadap total produksi sawit nasional.

Oleh karena itu, menurut dia, kampanye hitam terkait sawit juga dapat mengancam industri perkebunan sawit di Sumsel.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI itu memuat 6 poin aspirasi koalisi bipartit antara Apindo dan buruh.

Selain menolak kampanye hitam, koalisi juga menyuarakan dukungan upaya dan aksi nyata perbaikan dan implementasi kondisi kerja dan standar kerja layak, serta bertanggung jawab di semua pelaku Usaha kebun sawit.

“Kami juga meminta pemerintah lebih aktif  melakukan pengawasan, pembinaan dan penindakkan sehingga semua pelaku kebun sawit patuh dan taat dengan hukum ketenagakerjaan di Indonesia,” katanya.

Tag : minyak sawit
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top