Investasi di Industri Alat Musik Diproyeksi Naik 15% pada 2019

Kementerian Perindustrian memperkirakan investasi di bidang manufaktur alat musik dapat tumbuh 15% pada tahun depan seiring dengan peningkatan permintaan terhadap produk-produk buatan dalam negeri.
Wibi Pangestu Pratama | 26 November 2018 22:49 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan gitar listrik di pabrik alat musik Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian memperkirakan investasi di bidang manufaktur alat musik dapat tumbuh 15% pada tahun depan seiring dengan peningkatan permintaan terhadap produk-produk buatan dalam negeri.

Muhdori, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kementerian Perindustrian, menjelaskan bahwa kekayaan budaya Indonesia sangat potensial untuk ditampilkan dalam berbagai elemen alat musik.

Pemerintah gencar melakukan promosi alat musik produksi Indonesia, salah satunya adalah dengan membawa produk alat musik Indonesia ke pameran NAMM Show, pameran alat musik terbesar di dunia.

“Indonesia sebagai negara asal alat musik telah dikenal reputasinya dalam memproduksi alat musik merek dunia dengan skema original equipment manufacturer [OEM],” ujar Muhdori kepada Bisnis, Minggu (25/11).

Kemenperin pun mendukung pertumbuhan industri alat musik dengan terus menarik investor untuk menanamnkan modal di sektor tersebut. Dia optimistis investasi di sektor alat musik akan tumbuh 15% pada tahun depan.

Pada 2017 nilai investasi sektor tersebut mencapai US$31,3 juta, meningkat pesat dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai US$1,31 juta. Capaian pada 2017 merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Pada 2014 nilai investasi di sektor industri alat musik mencapai US$12,4 juta dan terus meningkat pada 2015 menjadi US$17,5 juta, walaupun sempat terperosok tahun berikutnya.

Adapun, Kemenperin memasang target pertumbuhan industri alat musik pada tahun depan sebesar 6%-6,5% dan ekspor ditargetkan meningkat 7%. Dengan target tersebut, industri alat musik diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak, berkisar 1.000 orang-1.500 orang.

Salah satu alat musik yang mencatatkan pertumbuhan permintaan adalah gitar. Suar Nasution, pemilik Genta Guitar Factory, menjelaskan permintaan produk gitar dalam negeri terus meningkat.

Menurutnya, hal ini menunjukkan gitar dalam negeri memiliki kualitas tinggi. Produsen gitar asal Bandung, Jawa Barat tersebut menjelaskan Indonesia unggul dalam segmen gitar akustik.

Suar menjelaskan, Genta menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 20% pada tahun ini. Saat ini, Genta memiliki kapasitas produksi sebesar 700 gitar dan 200 ukulele dalam 1 bulan. Dia pun akan menambah kapasitas pabrik hingga dua kali lipat untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Tag : gitar
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top