Pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina Bukan Sentimen Nasionalisme

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero) bukan didasari alasan nasionalisme.
Anitana Widya Puspa | 26 November 2018 18:40 WIB
Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8/2018). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero) bukan didasari alasan nasionalisme.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut setelah melalui beberapa pertimbangan, pemerintah menetapkan bahwa Blok Rokan akan mulai dikelola oleh Pertamina pada 2021.
 
“Ini tidak ada sentimen nasionalisme sama sekali ya, tergantung mana saja yang bisa lebih menguntungkan negara,” paparnya dalam "Bisnis Indonesia Business Challenge 2019" di Jakarta, Senin (26/11/2018).
 
Terhadap blok yang saat ini memiliki rata-rata produksi minyak sekitar 200.000 barel per hari (bph) itu, Pertamina mengajukan bonus tanda tangan US$784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun. Komitmen kerja pasti, investasi selama 3 tahun pertama dalam mengelola Blok Rokan, dijanjikan senilai US$500 juta atau Rp7,2 triliun.
 
Dalam alih kelola Blok Rokan, Pertamina akan membayar bonus tanda tangan kepada pemerintah senilai US$784 juta. Nilai bonus tanda tangan yang lebih besar daripada penawaran Chevron itu menjadi salah satu faktor pemerintah memberikan hak pengelolaan blok legendaris ini kepada Pertamina.
 
 Pertamina pun berencana menggalang dana dari penerbitan obligasi global (global bond) sebelum akhir tahun ini.

Tag : kementerian esdm, blok migas
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top