Jokowi Siapkan Operasional Sejumlah Infrastruktur Akhir Tahun Ini

Presiden Jokowi memerinci sejumlah infrastruktur yang di maksud antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung selesai pada akhir 2018, Makassar New Port selesai pada Januari 2019, Tol Jakarta-Surabaya tersambung Desember 2018, dan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi selesai akhir Desember tahun ini.
Amanda Kusumawardhani | 27 November 2018 12:25 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri), Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki (ketiga kanan) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kedua kanan) meninjau pembangunan jalan tol Bakauheni-Palembang, di Lampung, Jumat (23/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan menyiapkan peresmian sejumlah infrastruktur yang diperkirakan siap beroperasi pada akhir tahun ini hingga awal tahun mendatang.

Presiden Jokowi memerinci sejumlah infrastruktur yang di maksud antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung selesai pada akhir 2018, Makassar New Port selesai pada Januari 2019, Tol Jakarta-Surabaya tersambung Desember 2018, dan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi selesai akhir Desember tahun ini.

"Tapi untuk Bakauheni-Palembang sepanjang 350 km, insya Allah nanti saya tanya ke kontraktornya katanya Juni. Saya tawar mbok April. Mbok agak maju dikit ke April biar ada manfaatnya. Manfaat untuk lebaran," ujarnya dalam acara 'Kompas100 CEO Forum Tahun 2018', Selasa (27/11/2018).

Tak hanya itu, penyelesaian pembangunan runaway ketiga di Bandara Internasional Soekarno Hatta juga ditargetkan selesai pada akhir tahun ini karena slot penerbangan sudah sangat penuh.

"Tapi karena pembebasan lahan sedikit terhambat, mungkin mundur di pertengahan 2019. Kita rasakan pesawat naik aja tunggu 30 menit. Turun juga muter-muter di atas karenaa telat bangun runaway ketiga. Termasuk east cross taxi way di sebelah timur yang juga kita terlambat membangun," ucapnya.

Alhasil, permintaan tambahan slot penerbangan langsung ke Indonesia dari beberapa negara antara lain China, India, Qatar, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Thailand tidak bisa dieksekusi.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top