Bupati Majalengka Berikan Izin 1.000 Hektar untuk Aerocity Bandara Kertajati

Pemkab Majalengka mengeluarkan izin prinsip pada PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) untuk membangun kawasan aerocity seluas 1000 hektar.
Wisnu Wage Pamungkas | 27 November 2018 01:14 WIB
Gedung Terminal Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Rabu (4/3/2018). Kementerian Perhubungan mengklaim proyek pembangunan sisi darat bandara tersebut sudah mencapai 91,07%. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, BANDUNG—Pemkab Majalengka mengeluarkan izin prinsip pada PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) untuk membangun kawasan aerocity seluas 1000 hektar.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan pihaknya mengeluarkan izin prinsip untuk lahan aerocity 1000 hektar dari 3500 hektar yang direncanakan akan dibangun oleh PT BIJB dan mitra bisnis. Lahan ini guna mengawali pembangunan apartemen dan hotel khusus haji. “Izin prinsip 1000 hektar dulu, [statusnya] sudah clear. Sebagian belum dibebaskan,  tapi yang sudah fix itu baru 1000 hektar,” katanya di Bandung, Senin (26/11/2018).

Menurutnya izin ini guna memuluskan pembangunan yang segera diluncurkan oleh PT BIJB pada Desember mendatang. Meski belum seluruhnya dibebaskan, Karna memastikan pihaknya akan terus mempersiapkan pemberian izin untuk keseluruhan lahan 3500 hektar sesuai kebutuhan aerocity. “ Sementara 1000 hektar, karena kita butuh untuk haji. Kita mengejar asrama haji,” ujarnya.

Karna merinci selain aerocity, kebutuhan fasilitas penunjang Bandara Kertajati juga masih membutuhkan banyak investor. Menurutnya sampai saat ini belum ada hotel, restoran besar dan rumah sakit yang mumpuni sebagai bagian penting bandara. “Kita ingin menghadirkan investor untuk bersama-sama membangun percepatan BIJB dan aerocity,” tuturnya.

Pemkab Majalengka juga siap memberikan izin pada Badan Usaha Jalan Tol [BUJT] PT Citra Karya Jabar Tol yang menggarap Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang ingin membuka akses langsung menuju aerocity melalui KM158 Tol Cikopo-Palimanan.

“Ini untuk membebaskan 3 kilometer lahan menuju aerocity. Tol itu akan loncat melewati Tol Cikopo langsung ke aerocity,” katanya.

Pihaknya juga akan menopang kemudahan investasi masuk ke kawasan aerocity dengan menjamin kecepatan pemberian izin. Menurutnya seluruh organisasi perangkat dinas (OPD) di Pemkab Majalengka sudah siap menjalankan prosedur tersebut. “Banyak kepentingan Jabar ada di Majalengka terkait keberadaan bandara dan aerocity. Ini sangat luar biasa tuntutan dan kompetisi,” paparnya.

Kini begitu investor masuk ke pelayanan terpadu, pihaknya pada sore hari sudah menggelar rapat dengan tim. Esok harinya, tim melakukan survei lapangan dan mengkaji kelengkapan persyaratan. Hasilnya akan masuk pada pihaknya yang kemudian mengundang investor untuk merinci rencana bisnis hingga kebutuhan tenaga kerja. “Dalam dua hari saya sudah tandatangan rekomendasi itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan anak usaha Temasek PT Surbana Jurong & Enterprise Singapore sudah mendapatkan penawaran dari pihaknya terkait investasi di kawasan aerocity Kertajati, Majalengka. “Mereka minat menggarap LRT Bandung Raya, SPAM Jatigede dan aerocity,” tuturnya.

Menurutnya perusahaan yang juga menggarap masterplan TOD Walini untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut tengah menjajaki sejumlah peluang investasi dan kerjasama baru dengan Jawa Barat. “Untuk aerocity mereka akan membuat diskusi lebih lanjut, ini sifatnya penjajakan. Karena peluangnya terbuka di sana,” katanya.

 Surbana Jurong kata Iwa juga menyampaikan kemampuan menarik mitra investor berikut mitra finansial dari Singapura untuk masuk ke kawasan komersial aerocity. Iwa berharap jika terealisasi, maka kawasan aerocity yang ruangnya sudah dipetakan oleh PT BIJB peruntukannya bisa terisi oleh tenan-tenan internasional. “Ini baru tahapan minat, jadi memang perlu pertemuan lanjutan,” tuturnya.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat Aerocity Development (BIJB AD) Alfiansyah mengatakan aerocity yang akan menjadi penyangga bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, diyakini akan menjadi pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia khususnya di Jawa Barat. "Dengan luasan sekitar 3.400 Ha atau dua kali lipat dari luas bandara, kawasan khusus ini akan dibagi dalam enam klaster," ujarnya.

Enam klaster aerocity yang ditawarkan antara lain pusat energi, kawasan bisnis, hunian hingga pusat perawatan pesawat yang melayani rute penerbangan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. 

Tag : bandara kertajati
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top