Pasar Sukawati dan Klewer Direnovasi Tahun Depan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal melanjutkan renovasi dua pasar tradisional pada 2019 menyusul kontrak perenovasian dua pasar lainnya yang sudah diteken 3 bulan lalu.
Rivki Maulana | 29 November 2018 09:51 WIB
Pasar Johar, Semarang, sebelum terbakar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal melanjutkan renovasi dua pasar tradisional pada 2019 menyusul kontrak perenovasian dua pasar lainnya yang sudah diteken 3 bulan lalu.

Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan bahwa dua pasar yang akan direnovasi pada tahun depan adalah Pasar Sukawati di Bali dan Pasar Klewer di Solo.

Renovasi dua pasar tersebut, tuturnya, merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan.

"Kami masih menunggu penugasan yang lain. Sementara ini, sudah ada dua, Pasar Johar dan Pasar Bukittinggi [yang sudah ditandatangani kontraknya]," ujar Iwan kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Menurut Iwan, secara keseluruhan Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp1,70 triliun untuk membangun enam pasar induk dan merevitalisasi lima pasar lama.

Sejauh ini, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR baru menandatangani dua kontrak renovasi pasar, yakni renovasi Pasar Atas Bukittinggi dan Pasar Johar Semarang.

Adapun, PT Brantas Abipraya memenangi lelang pembangunan Pasar Atas Bukittinggi dengan harga penawaran Rp292,29 miliar.

Sementara itu, lelang renovasi Pasar Johar Semarang dimenangi oleh PT Nindya Karya dengan kontrak senilai Rp146,09 miliar.

Menurut Iwan, renovasi Pasar Atas Bukittinggi dan Pasar Johar Semarang dijadwalkan rampung pada September 2019.

Di Bukittinggi, kontraktor akan membangun kembali Pasar Atas yang terbakar pada Oktober 2017.

Iwan menuturkan bahwa kementerian juga akan melibatkan para ahli cagar budaya dalam merehabilitasi Pasar Johar. Pasalnya, pasar yang dibangun pada 1936 itu merupakan bangunan cagar budaya.

Pasar Johar perlu direhabilitasi karena kondisinya kian terancam setelah terbakar pada 2015.

"Proyek-proyek ini akan menjadi pilot project di daerah dalam menerapkan prinsip bangunan hijau. Artinya, ada efisiensi energi dan penggunaan air yang minimal," jelas Iwan.

Tag : Pasar Tradisional, renovasi, PASAR JOHAR
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top