Investasi Tekstil Diarahkan ke Sektor Midstream

Pemerintah mengarahkan investasi tekstil ke sektor antara atau midstream.
Annisa Sulistyo Rini | 29 November 2018 19:32 WIB
Pekerja mengawasi mesin bordir komputer di rumah produksi bordir di Jakarta, Senin (15/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah mengarahkan investasi tekstil ke sektor antara atau midstream.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia,Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian mengatakan saat ini beberapa investor asal China berminat untuk menanamkan modalnya di dalam negeri dengan membangun fasilitas produksi. Namun, pemerintah mendorong ke industri pencelupan dan pewarnaan kain.

“Industri tekstil kita masih lemah di situ. Sudah ada yang joint venture mengambil alih pabrik,” katanya Kamis (29/11/2018).

Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), menuturkan saat ini terdapat perusahaan tekstil ketiga terbesar di China sedang mematangkan rencana investasi di sektor kain dan pencelupan di Indonesia. Perusahaan tersebut merupakan produsen kain dengan kualitas tinggi, terutama untuk kemeja merek-merek premium, seperti Hugo Boss.

Investor asal Negeri Panda tersebut akan melakukan negoisasi terkait lokasi, pekerja, pembeli, dan sebagainya. Menurutnya, salah satu faktor pendorong minat investasi tersebut adalah desakan lead time, bukan karena perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

“Kalau di sini, mereka lebih dekat dengan industri hilir, sedangan kalau pabrik di sana untuk komunikasi butuh waktu yang lebih lama. Bagi industri hilir, biaya logistik juga lebih murah sehingga lebih berdaya saing,” jelasnya.

Tag : industri tekstil
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top