Pengamat: Proyek LRT Jabodebek Seharusnya Tidak Dihentikan

Pembangunan LRT Jabodebek seharusnya tidak termasuk dalam proyek yang dihentikan sementara karena masyarakat sangat memerlukan transportasi massal itu.
Newswire | 30 November 2018 22:08 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek rute Cawang-Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat transportasi Darmaningtyas menyatakan proyek pembangunan LRT Jabodebek seharusnya tidak termasuk dalam proyek yang dihentikan sementara karena masyarakat sangat memerlukan transportasi massal itu.

"Seharusnya cukup satu saja yang dihentikan, yaitu Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung karena kurang prioritas," kata Darmaningtyas pada Jumat (30/11/2018).

Apalagi, pada saat ini warga yang komuter antara Jakarta dan berbagai daerah sekitarnya dinilai sangat membutuhkan sebuah transportasi massal untuk pergerakan mereka.

Sebagaimana diwartakan, pemerintah dalam upaya mengurangi kemacetan yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) akibat pengerjaan tiga proyek, mengambil kebijakan melakukan pengaturan waktu terutama di area tertentu.

"Pada dasarnya kami minta kepada pelaksana tiga proyek ini untuk secara bergantian melakukan pengerjaan proyek di area-area yang tingkat kemacetannya tinggi dengan melakukan manajemen waktu dan lokasi. Jadi pengerjaan tiga proyek tersebut tidak dilakukan secara bersama-sama," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Seperti diketahui, adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta- Cikampek seperti pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.

Hengki menjelaskan pengaturan pengerjaan proyek yaitu dengan menghentikan sementara pengerjaan proyek kereta cepat dan LRT Jabodebek yang sedang dikerjakan di area Tol Jakarta-Cikampek antara kilometer 11 hingga kilometer 17.

Pertimbangannya, kedua proyek tersebut memiliki waktu pengerjaan yang lebih panjang dari waktu target penyelesaian tol elevated.

Kemudian, berdasarkan laporan dari PT Jasa Marga dan Kepolisian, jalan tol Japek antara kilometer 11-17 merupakan area yang sering mengalami kemacetan cukup tinggi.

"Jadi, permintaan penghentian proyek hanya dilakukan di area tertentu Japek di sepanjang kurang lebih 5 kilometer saja yang dianggap sering mengalami kemacetan," ujarnya.

Sumber : Antara

Tag : LRT
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top