Otoritas Korea Selatan Curiga Teknologi Layar Samsung Dijual ke Perusahaan China

Otoritas Korea Selatan telah menuntut sembilan orang yang dicurigai telah membicarakan teknologi layar lipat milik Samsung ke sebuah perusahaan China.
Syaiful Millah | 01 Desember 2018 00:19 WIB
Samsung - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Korea Selatan telah menuntut sembilan orang yang dicurigai telah membicarakan teknologi layar lipat milik Samsung ke sebuah perusahaan China.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/11) kesembilan orang tersebut merupakan karyawan dari sebuah perusahaan bernama Toptec Co Ltd. 

Kantor Kejaksaan Distrik Suwon mendakwa seorang CEO dan delapan orang karyawannya karena menjual informasi tentang panel organic light emiting diode (OLED) Samsung. 

Kelompok tersebut dituding membentuk sebuah perusahaan terpisah yang menerima informasi tentang penggunaan peralatan dan gambar panel dari perusahaan Samsung Display. 

Kemudian, informasi tersebut dijual ke perusahaan asal China dengan harga US$13, 85 juta atau sekitar Rp190 miliar. 

Toptec yang merupakan perusahaan pembuat peralatan otomatisasi untuk pabrik panel layar, menyangkal tuduhan yang diajukan kejaksaan Suwon, Korea Selatan. 

"Perusahaan kami tak pernah membicarakan teknologi layar milik Samsung atau rahasia bisnis lain ke China," kata Toptec dalam keterangan resmi, seperti dilaporkan Reuters. 

Juru bicara Samsung Display menyesalkan adanya kejadian tidak mengenakan ini. Pihaknya mengaku 'kecolongan' dan akan meningkatkan level keamanan. 
Samsung dikabarkan telah menginvestasikan dana sebesar US$138 juta atau sekitar Rp1,9 triliun untuk pengembangan teknologi layar yang dibocorkan

Tag : samsung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top