Nilai Pasar Microsoft Lampaui Apple

Kenaikan nilai saham Microsoft dinilai karena perusahaan pembuat Windows tersebut mengalami pertumbuhan pesat di sektor komputasi awan (cloud).
Syaiful Millah | 02 Desember 2018 21:02 WIB
Presiden Microsoft Asia Pasifik Andrea Della Mattea memaparkan materi saat acara Microsoft Hybrid Cloud Summit, di Jakarta, Selasa (27/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi Mirosoft Corp akhirnya melampaui nilai pasar saham Apple Inc untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Hal tersebut menjadikan Microsoft sebagai perusahaan paling mahal di dunia.

Kenaikan nilai saham Microsoft dinilai karena perusahaan pembuat Windows tersebut mengalami pertumbuhan pesat di sektor komputasi awan (cloud).

Setelah Satya Nadella mengambil alih peran pemimpin perusahaan pada 2014, Microsoft mengembangkan lini bisnisnya di ranah awan dan menjadi pemain inti kedua terbesar setelah Amazon.

Dilansir dari Reuters, Minggu (2/12) saham Microsoft naik 0,6% pada akhir pekan di angka US$110,89. Jumlah ini menempatkan kapitalisasi raksasa teknologi tersebut sebesar US$851,2 miliar.

Sementara, pada saat yang sama saham Apple tercatat turun 0,5% menjadi US$178,58 membuat nilai pasarnya menjadi US$847,4 miliar, lebih rendah dibandingkan perusahaan saingannya.

Apple sebelumnya melampaui kapitalisasi pasar Microsoft pada 2010. Ketika itu, Mirosoft sedang berjuang dengan isu permintaan pasar yang lambat untuk komputer pribadi/PC.

Kali ini, situasi sebaliknya sedang terjadi ketika Apple mengalami guncangan oleh kekhawatiran investor mengenai permintaan iPhone yang menurun. Bahkan, dikabarkan trio produk teranyarnya mendapat respons yang tak sesuai ekpektasi perusahaan.

Secara global, pengiriman ponsel pintar juga melambat dalam beberapa tahun terakhir. Sementara, muncul banyak pemain baru yang menawarkan beragam fitur dengan harga kompetitif, menyediakan pilihan lain selain perangkat milik Apple.

Selain itu, dalam beberapa bulan belakangan saham teknologi terus mendapat tekanan dari kenaikan suku bunga dan konsekuensi potensial dari perang dagang AS-China. Hal tersebut turut menyumbang kekhawatiran pada investor untuk sektor teknologi.

Saham Apple saat ini 19% lebih rendah dibandingkan awal November lalu. Namun demikian, beberapa pihak menilai musim liburan akhir tahun akan menjadi kesempatan bagi berbagai perusahaan teknologi untuk 'unjuk gigi' dan menutup tahun dengan kinerja positif.

Terkait persaingan nilai saham Microsoft dan Apple, beberapa analis memprediksi pendapatan Microsoft akan meningkat hingga 12,7% untuk tahun fiskal 2019. Sedangkan, Apple diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 5% pada tahun fiskal mendatang yang berakhir pada September 2019.

Tag : microsoft, apple
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top