Relaksasi DNI Dikeluhkan, Daftar Tax Holiday Dinilai Kurang Tepat

Berita di kanal Industri Bisnis.com Senin (3/12/2018) pagi yang paling banyak dibaca membahas kebijakan DNI yang dikeluhkan asosiasi perusahaan pengendali hama karena begitu mengguncang dunia usaha, hingga Tax holiday yang dianggap kurang tepat oleh pelaku industri TI.
Ahmad Rifai | 03 Desember 2018 11:40 WIB
Data Center - watblog.com

Bisnis.com, Jakarta - Berita di kanal Industri Bisnis.com Senin (3/12/2018) pagi yang paling banyak dibaca membahas kebijakan DNI yang dikeluhkan asosiasi perusahaan pengendali hama karena begitu mengguncang dunia usaha, hingga Tax holiday yang dianggap kurang tepat oleh pelaku industri TI.

Berikut 5 berita terpopuler Bisnis.com dari kanal industri pagi ini.

1. Kebijakan DNI Dikeluhkan Asosiasi Perusahaan Pengendali Hama

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia menilai tantangan global pasca pengumuman Daftar Negatif Investasi oleh pemerintah begitu mengguncang dunia usaha di Indonesia. Salah satunya yang cukup bergejolak adalah perusahaan pengendalian hama Indonesia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) DKI Jakarta Zulkirman mengatakan usaha pest control di Indonesia yang saat ini lebih dikenal dengan nama Pest Management, kebanyakan dikelola secara konvensional.

Baca selengkapnya di sini

2. Ada Reuni 212, Pengguna KRL Wilayah Monas dan Istiqlal Meningkat 9 Hingga 15 Kali Lipat

Kondisi sejumlah stasiun Kereta Rel Listrtik dari Minggu (2/12/2018) pagi dipadati kelompok masyarakat yang hendak mengikuti kegiatan Reuni 212 di Monas.

VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengatakan jumlah pengguna KRL yang naik turun di Stasiun Juanda sampai pukul 10.00 tercatat 40.170 penumpang atau meningkat sekitar 9 kali lipat dari jumlah biasanya yaitu 4.718 penumpang.

Baca selengkapnya di sini

3. Perusahaan Pakan Minta Ternak Jaring Terapung Tidak Dilarang

Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) berharap pemerintah mengkaji ulang pelarangan keramba jaring apung (KJA) di waduk dan danau.

Anang Hermanta, ketua divisi pakan ikan dan udang, GPMT mengatakan budidaya perikanan, baik udang maupun ikan berkembang dari tahun ke tahun di Indonesia, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya investor yang masuk dan tertarik dengan mendirikan parik pakan ikan dan udang.

Baca selengkapnya di sini

4. Rudiantara: Ada Tiga Modal Bisnis Telekomunikasi Agar Bertahan

Persaingan bisnis di bidang telekomunikasi seluler membutuhkan modal kuat di beberapa bidang. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut terdapat tiga modal agar bisnis telekomunikasi seluler bisa bertahan.

Menurutnya, investasi untuk jaringan tak akan terganggu dengan momen politik tahun depan. Menurutnya, para pelaku usaha telekomunikasi seluler sudah seharusnya mengeluarkan belanja modal dan memperkuat jaringan bilang ingin bertahan.

Baca selengkapnya di sini

5. Pelaku Industri TI Anggap Daftar Tax Holiday Kurang Tepat

Pelaku industri dalam negeri menganggap masuknya sektor ekonomi digital yang mencakup pengolahan data, hosting, dan kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut dalam industri pionir daftar tax holiday sebagai hal yang tidak tepat.

Ketua Asosasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto menganggap industri pengolahan data dan hosting bukan merupakan industri pionir karena sudah banyak pemain lokal di sana.

Baca selengkapnya di sini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top