Indonesia Morowali Industrial Park Buka Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyiapkan lebih dari 1.000 lowongan kerja dalam Job Fair 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali.
Annisa Sulistyo Rini | 03 Desember 2018 17:34 WIB
Tenaga kerja sala China yang dipekerjakan di Kawasan Industri Morowali./ - Bisnis/David Eka Issetiabudi.

Bisnis.com, JAKARTA--PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyiapkan lebih dari 1.000 lowongan kerja dalam Job Fair 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali.

Acara tersebut dibuka pada Minggu (2/12/2018).

Penanggung jawab rekrutmen Job Fair 2018 IMIP Eko Khairul mengatakan, melihat posisi yang saat ini dibuka oleh perusahaan, peluang para pencari kerja untuk terakomodir sangat terbuka lebar. IMIP membutuhkan lebih dari 1.000 operator alat berat dan sekitar 600 untuk non-operator.

"Untuk yang non-operator, IMIP membuka peluang kepada mereka yang status pendidikannya minimal D3. Di antaranya, teknik elektro, teknik mesin, teknik metalurgi, dan teknik kimia karena hal itu juga merupakan kebutuhan yang sementara ini IMIP terima," kata Eko dalam keterangan resmi, Senin (3/12/2018).

Selain dari itu, kata Eko, IMIP tetap mengakomodir bagi para pencari kerja dengan status pendidikan SMA atau sederajat. Eko menegaskan semua masyarakat mendapat peluang yang sama untuk bergabung di IMIP.

"Setelah event Job Fair 2018 ini berakhir, IMIP akan mendahulukan berkas pelamar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk yang lain, yakni mereka yang sudah menyetor berkas lamaran di IMIP, masuk dalam daftar tunggu, untuk permintaan berikutnya," jelas Eko.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Morowali Taslim menyebut kan perkembangan Morowali begitu cepat. Dalam waktu lima tahun, perekonomian Morowali melejit.

Yang begitu nampak, lanjutnya, adalah anomali tenaga kerja dan pertumbuhan penduduk. Untuk pertumbuhan penduduk, normalnya 2,5%. Namun nyatanya, kata Taslim, di atas dari itu.

"Ini merupakan tantangan bagi pemerintah, bagaimana kita membuka lapangan kerja bagi mereka. Olehnya itu, harapan kami, kegiatan ini bisa dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Taslim juga menuturkan Morowali, sering diterpa oleh isu-isu yang berhubungan dengan minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya masyarakat setempat. Oleh karena itu, demi menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan bagi Morowali, peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan.

Apabila stabilitas keamanan terjaga, maka iklim investasi akan berkembang.

"Pemerintah memandang sama, tidak ada pembeda, apalagi sudah memiliki KTP Morowali. Sebagai masyarakat Morowali, mari kita jaga dan pelihara daerah ini, jaga keamanannya. Kalau yang kita bangun dengan susah payah, kemudian dalam waktu sekejap saja dirusak, yang rugi adalah masyakarat sendiri," tegasnya.

Tag : morowali
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top