Dukungan Dana Dibutuhkan untuk Lebarkan Promosi Wisata

Ketua Umum Associaton of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan sampai saat ini baru tercapai sekitar 12 juta. Dia mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini merupakan kurang gencarnya promosi ke beberapa negara, untuk itu Asita berharap ada dukungan lebih dari pemerintah.
Asteria Desi Kartika Sari | 04 Desember 2018 20:59 WIB
Wisatawan mengabadikan matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA-- Wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia ditargetkan mencapai 17 juta pada tahun ini. Salah satu cara untuk mancapai target tersebut adalah melakukan promosi wisata dengan lebih gencar.

Ketua Umum Associaton of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengatakan sampai saat ini baru tercapai sekitar 12 juta. Dia mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini merupakan kurang gencarnya promosi ke beberapa negara, untuk itu Asita berharap ada dukungan lebih dari pemerintah.

"Jadi yang punya sumber dana itu kan pemerintah, sementara kami kan kemampuannya terbatas. Dengan kekuatan sumber daya yang besar itu diharapkan pemerintah mendukung dan memfasilitasi kami untuk melakukan selling yang lebih besar," kata Asnawi kepada Bisnis dikutip Selasa (4/12/2018).

Dalam hal ini, lanjutnya, diharapkan promosi dapat mendorong anggota Asita meningkatkan paket travel menjadi lebih menarik. Hal itu diupayakan dengan membuat variasi-variasi produk yang lebih menarik dengan membuat program baru. 

Menurutnya, wisatawan mancanegara yang ke Indonesia biasanya mengakhiri liburannya di Bali. Adapun, Indonesia memiliki tiga greater, yaitu Batam, Bali, Jakarta. Saat ini Batam memberikan kontribusi 20%, Jakarta (30%), Bali (40%), dan sisanya 10% dari seluruh provinsi. “Jadi komposisi inilah yang akan memengaruhi jumlah wisatawan itu.” 

Dia menjelaskan, Indonesia mengandalkan wisatawan mancanegara Indonesia dari pasar tradisional, seperti Australia dan Asean. Sementara itu, China kini mulai naik ke urutan ketiga. 

Tag : pariwisata
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top