19 Jembatan di Maluku Utara Difungsikan

Pemerintah Provinsi Maluku Utara meresmikan pembangunan 19 jembatan yang tersebar di wilayah itu yang bersumber dari pembiayaan melalui APBD maupun APBN sepanjang tahun ini.
Irene Agustine | 04 Desember 2018 23:22 WIB
Ilustrasi-Proyek pembangunan Jembatan. - Bisnis.com/Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara meresmikan pembangunan 19 jembatan yang tersebar di wilayah itu yang bersumber dari pembiayaan melalui APBD maupun APBN sepanjang tahun ini.

Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba mengharapkan pembangunan jembtan dapat berkontribusi mengerek perekonomian wilayah itu.

"Tentunya dengan infrastruktur yang telah dibangun ini bisa mendukung perekonomian masyarakat di Malut [Maluku Utara]," kata Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba pada Hari Bakti Ke-73 Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa.

Acara peresmian dan penyerahan yang dilakukan Gubernur tersebut usai upacara bendera peringatan Hari Bakti PUPR ke 73 di halaman Kantor Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Malut.

Dia mengatakan, 19 jembatan yang tersebar di dua daerah yakni Kota Tidore Kepulauan sebanyak enam jembatan dan Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 13 jembatan yang bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2018.

Ke-19 jembatan tersebut berada di ruas jalan Payahe-Dehepodo Kota Tidore Kepulauan terdapat dua jembatan yakni jembatan Ake Nuku dan Ake Tagalaya dengan anggaran bersumber dari APBD tahun 2018 .

"Memang, ada tambahan untuk jembatan di ruas jalan keliling Pulau Tidore diantaranya, jembatan Ake Itokici, Ake Tusuma, Ake Surumalao dan Ake Goto, itu anggaran dari APBN tahun 2018," kata Jafar.

Sementara itu, untuk ke 13 jembatan lainnya yang berada diruas jalan Saketa-Dehepodo Kabupaten Halsel terdiri dari jembatan Ake Dingo, Ake Kofi, Ake Acango 1, Ake Acango 2, Ake Doro 1, Ake Doro 2, Ake Doro 3, Ake Wayakubu, Ake Boso, Ake Fulai, Ake Dolik, Ake Durian, dan Ake Tokaka yang bersumber dari APBD Tahun 2018.

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 174 jembatan dengan total panjang 13.639 meter sepanjang 2018.

Selain jembatan juga dibangun flyover dan underpass, yang tujuan utamanya untuk mengurai kemacetan di kawasan perkotaan. Tahun ini, akan dibangun 18 buah underpas/flyover dengan total panjang 2.691 meter.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan selain memperlancar arus lalu lintas, adanya infrastruktur jembatan, flyover juga dapat menjadi kebanggaan kota dengan memasukkan unsur estetika dalam desainnya.

"Disamping memperlancar arus lalu lintas, juga perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan menambah estetika kota,” kata Basuki, dikutip dari keterangan resmi.

Dalam periode 2015-2017, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 356 buah jembatan diberbagai wilayah di Indonesia dengan total panjang 22.809 meter. Dalam periode yang sama, telah dibangun 40 underpass/flyover dengan total panjang 11.325 meter.

Sejumlah pembangunan jembatan ditargetkan rampung pada tahun ini yaitu Jembatan Siak 2 di Pekanbaru, Jembatan Musi IV di Palembang, Jembatan Wear Arafura di Pulau Yamdena, Maluku, Jembatan Holtekamp di Jayapura dan Jembatan Landak di Pontianak.

Sementara itu, Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur dan Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara ditargetkan selesai tahun 2019.

Adapun, flyover (FO) yang rencananya akan diresmikan tahun 2018 yakni FO Simpang Surabaya sepanjang 900 meter di Banda Aceh.

Selain itu, ada dua FO di Kota Palembang yakni FO Keramasan sepanjang 650 meter dan FO Simpang Bandara Tanjung Api-Api sepanjang 460 meter yang ditargetkan bisa diresmikan sebelum Asian Games XVIII until mendukung kelancaran lalu lintas.

Tag : maluku utara
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top