Pemerintah Sebut Laba Pertamina 2018 Bakal Turun

Kementerian Badan Usaha Milik Negara memastikan PT Pertamina (Persero) masih mencetak laba bersih pada 2018 meski pencapaiannya turun dari 2017.
M. Nurhadi Pratomo | 05 Desember 2018 15:10 WIB
Kantor Pertamina di Jakarta - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara memastikan PT Pertamina (Persero) masih mencetak laba bersih pada 2018 meski pencapaiannya turun dari 2017.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fajar Harry Sampurno menjelaskan Pertamina mengalami tekanan di sektor hilir. Pasalnya, perseroan tidak menaikkan harga jual pada tahun ini. “Walaupun dikompensasi sama hulu, tetapi hulunya tidak terlalu besar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Dengan kondisi tersebut, Fajar memastikan Pertamina akan tetap mencetak laba bersih pada 2018. Namun, jumlah yang dikantongi tidak setinggi periode 2017. “Pokoknya laba, tetapi pasti tidak setinggi tahun lalu,” ungkap Fajar.

Menurut data Kementerian BUMN, Pertamina mengantongi laba bersih Rp35 triliun pada 2017. Total aset yang dimiliki perseroan minyak dan gas milik negara itu mencapi Rp694 triliun per akhir 2017.

Fajar mengatakan opsi tidak menaikkan harga bahan bakar minyak mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Hal tersebut menjadi bentuk agen pembangunan yang dijalankan oleh Pertamina.

Terkait dengan laba bersih per kuartal III/2018,  Fajar menyebut laba bersih Rp5 triliun yang dikantongi Pertamina merupakan prognosa. Pihaknya memperkirakan besaran itu belum menghitung subsidi yang diterima oleh perseroan.

Pertamina, sambungnya, akan menerima tambahan subsidi solar. Besaran yang diterima telah diputuskan naik dari Rp500 per liter menjadi Rp2.000 per liter.

Dengan demikian, hasil laporan audit kinerja keuangan Pertamina baru akan terlihat setelah Desember 2018. Nantinya, laporan tersebut juga telah memperhitungkan subsidi yang diterima perseroan.

Dalam pemaparan terkait neraca keuangan BUMN per kuartal III/2018, di Kementerian BUMN, Selasa (4/12/2018), disampaikan Pertamina memiliki total aset Rp923 triliun. Posisi itu naik dibandingkan dengan perolehan akhir 2017 yaitu sebesar Rp694 triliun.

Bisnis mencoba menghubungi Direktur Keuangan Pertamina Pahala Nugraha Mansury dan  Corporate Secretary Pertamina Syahrial Mukhtar untuk meminta informasi lebih lanjut tentang data tersebut. Sayangnya, sampai berita ini diturunkan kedua petinggi Pertamina tersebut belum menjawab telepon dan pesan yang Bisnis kirimkan.

Dari data yang sama, total liabilitas yang dimiliki perseroan pada kuartal III/2018 mencapai Rp522 triliun, perolehan tersebut naik dari posisi Rp371 triliun akhir tahun lalu.

Kementerian BUMN mencatat total ekuitas yang dimiliki perseroan senilai Rp400 triliun per 30 September 2018. Jumlah tersebut naik dari Rp323 triliun pada akhir 2017. Adapun, laba bersih yang dikantongi perseroan senilai Rp5 triliun per kuartal III/2018. 

Tag : pertamina
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top