Gandeng Viettel, Telkom Perluas Jaringan Kabel Bawah Laut ke Vietnam

Telkom Group melalui salah satu anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), menjalin kesepakatan dengan operator Vietnam Viettel Group untuk berbagi akses penggunaan aset kabel bawah laut (submarine cable).
N. Nuriman Jayabuana | 06 Desember 2018 08:00 WIB
Penandatangana kesepahaman Telkom dengan Viettel di sela perhelatan Asean Telecommunications & IT Ministers Meeting 2018 di Ubud, Bali (5 - 12).

Bisnis.com, GIANYAR - Telkom Group melalui salah satu anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), menjalin kesepakatan dengan operator Vietnam Viettel Group untuk berbagi akses penggunaan aset kabel bawah laut (submarine cable).

Melalui kesepakatan itu, Telkom dapat memanfaatkan aset kabel bawah laut Viettel untuk memperluas akses jaringan yang terhubung langsung ke beberapa negara. Begitu pun sebaliknya, Viettel juga dapat memanfaatkan infrastruktur Telkom untuk kepentingan yang sama.

Chief Executive Officer Telin Faizal Rachmad Djumadi mengungkapkan kerja sama tersebut menjadi pilihan yang lebih efisien ketimbang berinvestasi pada penyediaan jaringan kabel baru.

"Mudah mudahan proyek yang dikerjasamakan ini sudah bisa berjalan mulai 2019. Kami sudah petakan bersama kebutuhan aset submarine cable yang dapat dipakai bersama," ujarnya usai penandatangana kesepahaman dengan Viettel di sela perhelatan Asean Telecommunications & IT Ministers Meeting 2018 di Ubud, Bali (5/12).

Penandatanganan kesepahaman antara Telin dengan Viettel itu disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara serta Menteri Komunikasi dan Informatika Vietnam Nguyen Manh Hung.

Faizal mengungkapkan Telkom Group melalui Telin mengelola sebanyak 17 sistem kabel serat optik bawah laut. Beberapa di antara sistem tersebut membentangkan kabel yang membuka akses jaringan dari Dumai-Marseille dan Manado-Hawaii.

Telin telah beroperasi di sebanyak 11 negara, meliputi Malaysia, Myanmar, Singapura, Hongkong, Makau, Taiwan, AS, Australia, Timor Leste, Selandia Baru, dan Arab Saudi.

Dirinya mengungkapkan memfokuskan strategi untuk membuka akses di sejumlah negara yang cukup banyak menempatkan diaspora Indonesia. Di sisi lain, perusahaan juga membangun jaringan pada pasar yang menjanjikan trafik cukup tinggi.

"Dari sisi peluang, trafik data di Vietnam itu juga salah satu yang terbesar di Asean. Lalu mengapa kami bangun jaringan langsung ke AS, karena semua konten besar itu berada di sana, kecepatan akses data yang juga menjadi pertimbangan," ujarnya.

Di samping kesepakatan pemanfaatan aset kabel bawah laut, Telkom Group dan Viettel turut bekerja sama di bidang solusi digital. Layanan solusi digital tersebut meliputi remitansi, smart city, smart edu, dan lain-lain.

Tag : telkom
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top