Percepatan Industri, Pemerintah Akan Luncurkan Indi 4.0

Pemerintah akan mengenalkan Indi 4.0 sebagai aksi percepatan industri memasuki era revolusi industri keempat.
Anggara Pernando | 06 Desember 2018 16:42 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Saat Membuka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia XXI. - Bisnis/doc.

 Bisnis.com, PADANG -- Pemerintah akan mengenalkan Indi 4.0 sebagai aksi percepatan industri memasuki era revolusi industri keempat.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian menuturkan Indi 4.0 merupakan tools yang diterapkan pada industri untuk melakukan self assessment. "Sehingga industri akan tahu posisinya berada dimana dalam konteks industri 4.0," kata Airlangga pada Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Padang, Kamis (6/12/2018). 

Dia menuturkan melalui self assessment Indi 4.0 maka industri dapat melihat posisinya berada dimana dalam era baru ini. Instrumen ini juga menjadi bahan bagi pemerintah untuk melihat industri nasional berada dalam posisi apa serta kelemahannya dalam industri 4.0.

"Jadi progam yang kita pake itu adopsi dari Mckinsey. Ini juga telah diadopsi di Singapura. Jadi di Singapura launching sekarang, kita [Indonesia] tahun depan," katanya.

Airlangga menuturkan dengan pengembangan alat ukur ini, maka produktivitas industri menjadi lebih tinggi serta akan lebih kompetitif. 

Dia menambahkan selain menyerap teknologi terbaru, pemerintah juga mengupayakan kompetensi sumber daya manusia nasional dapat menyongsong era ini.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, mulai tahun depan pemerintah semakin gencar menggelar berbagai program peningkatan kompetensi SDM. Dalam hal ini, Kemenperin telah menjalankan proyek percontohan untuk program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri," katanya.

Menurut Airlangga semenjak, 2017 pemerintah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK dari enam wilayah di Indonesia. 

Hermanto Dardak, Ketua Umum PII menyampaikan revolusi industri merupakan realitas yang akan dihadapi. Menurut Hermanto, pihaknya akan terus berupaya membangun SDM yang kompeten di bidang keinsinyuran agar mampu memberi nilai tambah bagi Indonesia.

Dia menyebutkan pihaknya juga mendorong para insinyur menerapkan pemanfaatan teknologi cerdas guna menghasilkan inovasi.

“Anggota PII saat ini sudah mencapai 30.000 orang dan pada Kongres kali ini akan diresmikan insinyur profesional yang ke-14.000,” ungkapnya.

Hermanto menambahkan saat ini sarjana teknik yang berpotensi menjadi insinyur profesional mencapai 900.000 orang. Mereka harus terintegrasi dan mampu menyerap teknologi terbaru.

"Oleh PII mereka ini didorong bisa jadi profesional karena berperan sebagai kontrol kualitas," katanya.

 

Tag : airlangga hartarto
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top