Uji Petik Kapal Jelang Libur Natal, Umumnya Life Jacket Kurang

Kementerian Perhubungan menemukan kekurangan yang bersifat minor, seperti alat keselamatan yang minim, setelah melakukan uji petik terhadap sebagian kapal penumpang menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Sri Mas Sari | 06 Desember 2018 04:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menemukan kekurangan yang bersifat minor, seperti alat keselamatan yang minim, setelah melakukan uji petik terhadap sebagian kapal penumpang menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kasubdit Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut Kemenhub Ferdy Trisanto mengatakan uji petik sejauh ini telah dilakukan terhadap 25 kapal di 12 pelabuhan yang menjadi sampel.

Di luar sampel, uji kelaikan dilakukan oleh unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di daerah.

Kemenhub pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini melakukan uji petik kelaiklautan kapal di 14 pelabuhan sejak 5 November hingga 9 Desember, mencakup Ambon, Bau-bau, Bitung, Kupang, Makassar, Merak, Padang Bai, Sibolga, Sorong, Tanjung Pinang, Tarakan, Surabaya, Kaliadem, dan Kalianget. Hingga 5 Desember, tinggal Tarakan dan Kaliadem yang belum. 

Adapun, pemeriksaan dilakukan terhadap dokumentasi, permesinan, kelistrikan, alat keselamatan, dan sertifikat awak kapal. 

Beberapa temuan minor itu a.l. jumlah pelampung (life jacket) yang tidak sesuai kapasitas kapal dan kebocoran kapal yang masih dapat diperbaiki. Kemenhub menyatakan sejauh ini belum menemukan kerusakan mayor, misalnya kerusakan mesin. 

"Dari 25 kapal, temuannya minor semua. Artinya, masih layak berlayar," ujar Ferdy, Rabu (5/12/2018).

Untuk kapal pelayaran rakyat, Kemenhub dapat memberikan bantuan life jacket, sedangkan untuk kapal besar, Kementerian meminta pemilik kapal melengkapi alat keselamatan penumpang itu.

Pada Natal dan Tahun Baru kali ini, jumlah penumpang diprediksi naik 3,5% menjadi 1,1 juta orang. Prediksi lonjakan penumpang akan terjadi dalam tiga periode, yakni pra-Natal (21 Desember), Natal dan Tahun Baru (29 Desember), dan pasca-Tahun Baru (2 Januari).

Kemenhub akan mengadakan posko penyelenggaraan angkutan laut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mulai 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 di 52 pelabuhan.

Adapun, jumlah armada yang siap melayani angkutan Nataru kali ini 1.293 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,4 juta penumpang, yang terdiri atas armada PT Pelni 26 unit, armada perintis 113 unit, kapal ro-ro swasta 26 unit, kapal penumpang swasta 74 unit, kapal swasta jarak dekat 1.049 unit, dan 5 unit kapal perintis cadangan.

Tag : Natal dan Tahun Baru
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top