Dukung Industri Petrokimia, Politeknik Kimia Akan Dibangun di Cilegon

Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan industri petrokimia dalam negeri. Selain mempermudah investasi, pemerintah juga membangun politeknik kimia untuk memasok kebutuhan tenaga kerja.
Annisa Sulistyo Rini | 07 Desember 2018 15:33 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/3). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, CILEGON - Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan industri petrokimia dalam negeri. Selain mempermudah investasi, pemerintah juga membangun politeknik kimia untuk memasok kebutuhan tenaga kerja.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan Kemenperin bersama perusahaan swasta akan membangun politeknik kimia di Cilegon, Banten, dekat dengan kompleks petrokimia. 

"[Politeknik kimia akan dibangun] segera. Kami sudah melakukan study," ujarnya seusai ground breaking ceremony pembangunan kompleks petrokimia PT Lotte Chemicals Indonesia di Cilegon, Jumat (7/12/2018).

Airlangga menuturkan pembangunan politeknik ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, terutama operator, di fasilitas produksi petrokimia dalam negeri. Selain itu, juga untuk menjalankan program pemerintah untuk membangun sumber daya manusia (SDM).

Beberapa politeknik Kemenperin yang sudah ada antara lain Politeknik Industri Logam di Morowali dan Politeknik Furnitur di Kendal. 

Adapun, pada hari ini berlangsung peletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan kompleks petrokimia Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten. Investasi yang ditanamkan investor asal Korea Selatan itu senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp53 triliun. 

Pabrik dengan luas area 100 hektare ini memiliki total kapasitas produksi naphta cracker sebesar 2 juta ton per tahun. Bahan baku itu selanjutnya diolah untuk menghasilkan 1 juta ton etilen, 520.000 ton propilen, 400.000 ton polipropilen dan produk turunan lainnya yang juga bernilai tambah tinggi.

Produksi tersebut untuk memenuhi permintaan domestik maupun global. Dalam proyek pembangunan infrastukturnya, diproyeksi menyerap tenaga kerja langsung hingga 1.500 orang dan dengan tenaga kerja tidak langsung bisa mencapai 4.000 orang pada periode 2019-2023. 

“Langkah ini seiring arahan Presiden Jokowi untuk terus menggenjot investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. Upaya ini diyakini meningkatkan perekonomian kita secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menyatakan pihaknya bertekad mendorong percepatan pembangunan komplek petrokimia tersebut, sehingga mendukung pengurangan impor produk petrokimia minimal 50%. 

“Kami juga berharap agar proyek ini lebih mengutamakan penggunaan komponen lokal. Termasuk tenaga kerja yang akan dilibatkan dalam proyek ini, harus lebih diutamakan dari dalam negeri,” tegas Airlangga.

Pemerintah juga disebutkan sedang berupaya memfasilitasi untuk pemberian tax holiday kepada Lotte Chemical Indonesia. 

Tag : petrokimia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top