Pelindo III Luncurkan Pusat Kontrol Layanan Bongkar Muat di Tanjung Perak

Port Operations Command Center (POCC) beroperasi selama 24 jam nonstop, 7 hari dalam sepekan dan diperkuat 64 operator yang bekerja secara terjadwal. 
Sri Mas Sari | 07 Desember 2018 22:15 WIB
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelindo III meresmikan Port Operations Command Center atau pusat kontrol operasional pelabuhan untuk pelayanan kapal dan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Port Operations Command Center (POCC) beroperasi selama 24 jam nonstop, 7 hari dalam sepekan dan diperkuat 64 operator yang bekerja secara terjadwal.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan POCC akan dikembangkan secara bertahap.

POCC yang meliputi wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan Pelabuhan Gresik menjadi pilot project. Ke depan, akan dibangun POCC di seluruh regional pelabuhan yang dikelola Pelindo III. 

"Agar manfaat efisiensi dari peningkatan produktivitas operasional melalui integrasi teknologi seperti POCC bisa juga dirasakan merata oleh para pengguna jasa di pelabuhan-pelabuhan lainnya. Jadi, semangatnya tetap, yaitu inovasi untuk efisiensi biaya logistik nasional," kata Putut dalam siaran pers, Jumat (7/12/2018).

Putut menjelaskan fungsi POCC adalah mengintegrasikan sistem internal, seperti operasional terminal (TOS), pelayanan kapal (Vasa), anjungan (pelayanan tagihan), dengan sistem eksternal, seperti Inaportnet (sistem informasi kepelabuhanan).

Dengan demikian, jika ada kejadian luar biasa saat pelabuhan beroperasi, ada sentuhan intelegensia manusia yang selalu siaga di pusat kontrol untuk memberikan solusi dengan cepat dan tepat.

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Hernadi Tri Cahyanto menyambut baik POCC karena telah menyambungkan sistem Inaportnet besutan Kementerian Perhubungan dengan sistem aplikasi internal Pelindo III. 

"Ke depannya masih ada beberapa bagian lain yang akan terus dikembangkan dan disambungkan lagi agar semakin powerful," ujarnya.

Sebelum ada POCC, proses permohonan administrasi pelayanan kapal masih terpisah dan melibatkan beberapa pihak, antara lain pelayanan kapal dan terminal.

Kini, proses perencanaan hingga pelayanan kapal, serta pengendalian bongkar muat termonitor dalam satu pintu yang terpusat. Dengan begitu, proses lebih efisien dan efektif baik dari sisi tenaga maupun waktu, sehingga menguntungkan pengguna jasa.

CEO Regional Jatim Pelindo III Onny Djayus menambahkan POCC akan mendorong ketepatan perencanaan sandar dan bongkar muat kapal, mengurangi waiting time, serta meminimalkan idle time dan not operation time sehingga secara total akan menekan turn round time (TRT). Selain itu, diharapkan dapat mencapai one day billing (penerbitan tagihan dalam satu hari) sehingga proses bisnis berlangsung lebih cepat

Moch. Sulton dari Anugerah Pacific Jaya selaku pengguna jasa berharap dengan POCC tidak ada lagi keterlambatan pengurusan dokumen, pergerakan kapal, atau pun tambatan kapal.

Sedangkan Bram Ozi Warsito dari Dermaga Harapan Jaya berharap pelayanan pandu dapat lebih cepat dan tepat waktu agar tidak menyebabkan keterlambatan kapal sandar. 

Tag : logistik, tanjung perak
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top